6 Penyebab Gangguan Syaraf Terjepit

Syaraf terjepit kerap menjadi masalah yang cukup besar meskipun terlihat seperti masalah yang cukup sepele. Dan parahnya masyarakat sering kali salah mengerti dan memahami kebenaran dari syaraf terjepit ini. Padahal penyebab syaraf terjepit ini bisa mengakibatkan kelumpuhan bila tidak ditangani dengan benar. Ada beberapa postur atau posisi tertentu yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan syaraf terjepit. Misal posisi pergelangan yang menekuk dalam waktu yang cukup lama atau gerakan berulang pada daerah yang dilewati oleh syaraf sehingga terjadi peradangan dan mengakibatkan penekanan tertentu pada syaraf terdekat.

Penyebab syaraf terjepit bisa terjadi karena bermacam-macam alasan namun biasanya terjadi karena cedera, postur tubuh yang kurang baik, stress akibat pekerjaan berualang, olahraga, bahkan obesitas. Jika syaraf terjepit yang terjadi dalam jangka waktu yang singkat biasanya tidak akan menimbulkan kerusakan syaraf permanen dan bisa berfungsi kembali dengan baik. Namun jika terus terjadi dalam waktu yang tidak terlalu panjang hal ini dapat menimbulkan sakit yang lebih kronis dan kerusakan permanen bahkan hingga mengalami kelumpuhan.

Perawatan yang sering disarankan pada para penderita syaraf terjepit ialah beristirahat total atau menghentikan segala aktivitas dan kegiatan yang dapat memperburuk keadaan syaraf dan tekanan di syaraf. Namun hal ini juga bergantung pada tempat atau lokasi syaraf terjepit karena pada posisi atau tempat tertentu akan membutuhkan bantuan penyangga untuk membuatnya lebih nyaman dan tidak memperburuk keadaan syaraf yang terjepit. Berikut beberapa kemungkinan penyebab syaraf terjepit yang mungkin terjadi pada penderita.

1. Mengangkat Beban Berat

Mengangkat beban berat dapat menyebabkan saraf terjepit

Baik itu usia muda ataupun tua, baik itu yang terbiasa ataupun yang tidak terbiasa, mengangkat beban yang cukup berat akan mengalami syaraf terjepit. Kondisi ini memungkinkan karena ketika membungkuk dan mengangkat beban berat dengan menggunakan otot punggung biasanya akan memicu terjadinya syaraf terjepit. Jika tidak dalam posisi yang pas dan tidak hati-hati pada saat mengangkat beban yang cukup berat cedera seperti ini sangat mungkin terjadi. Untuk itu cara yang paling tepat ketika mengangkat beban berat ini ialah dengan menggunakan tot paha dan otot betis agar syaraf tidak terkena akibatnya.

2. Pernah Jatuh atau Mengalami Kecelakaan

Salah satu penyebab syaraf terjepit adalah kecelakaan

Seseorang yang pernah terjatuh atau mengalami kecelakaan yang mengenai sumsum tulang belakang juga akan menjadi salah satu penyebab syaraf terjepit. Ketika bagian syaraf uang pernah terluka akibat jatuh atau mengalami kecelakaan digunakan dengan cara yang salah atau dipaksakan melalui gerakan tertentu akan mudah kambuh pada waktu-waktu tertentu. Hal ini akan menimbulkan rasa nyeri yang cukup hebat pada area syaraf yang terepit. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama dan pengobatan lanjutan.

3. Faktor Usia

Salah satu penyebab syaraf terjepit utama pada usia lanjut

Usia semakin lanjut perkembangan dan pertumbuhan tubuh pun semakin menurun karenanya maka tak heran bila banyak orang tua tau yang sudah lanjut usia sering mengalami syaraf terjepit akibat memaksakan diri melakukan aktivitas yang tidak seharusnya dilakukan pada usia tersebut. Fleksibilitas seseorang yang memiliki usia lanjut mengalami kerentanan untuk mudah pecah dan robek semakin besar. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab syaraf terjepit utama pada usia lanjut.

4. Faktor Keturunan

Orang tua yang sering mengalami syaraf terjepit mampu menurunkan penyakit ini kepada anaknya

Jika salah satu keluarga memiliki riwayat kesehatan penyakit syaraf terjepit, hal ini merupakan salah satu penyebab syaraf terjepit yang sangat mungkin terjadi. Orang tua yang sering atau pernah mengalami syaraf terjepit mampu menurunkan penyakit ini kepada anak atau saudara dekatnya.

5. Tuntutan Pekerjaan

Tuntutan pekerjaan juga dapat menjadi pemicu syaraf terjepit

Pekerjaan yang mengharuskan seseorang menggunakan kekuatan fisiknya yang besar memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk terkena penyakit syaraf terjepit, potensinya akan jauh lebih besar, bahkan resiko yang dimiliki pun akan lebih parah dari sekedar gangguan pada cidera punggung. Menarik, mendorong dan mengangkat barang atau benda yang memiliki beban yang cukup berat secara berulang kali dapat menjadi salah satu penyebab syaraf terjepit yang cukup berbahaya. Selain itu jenis pekerjaan yang mengharuskan tubuh untuk membungkuk kea rah samping atau membuat gerakan memutar juga sangat beresiko terkena syaraf terjepit. Resiko syaraf terjepit atau HNP yang diakibatkan oleh gerakan yang berulang akan semakin meningkatkan tingkat keparahan syaraf terjepit yang diderita. Untuk itu perhatikan selalu gerakan dan posisi tubuh ketika sendang melakukan pekerjaan

6. Obesitas

Obesitas merupakan salah satu faktor utama penyebab syaraf terjepit

Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan masalah utama yang dapat menjadi salah satu penyebab syaraf terjepit. Berat badan berlebih dapat memperbesar kemungkinan terjadinya syaraf terjepit. Ketika berat badan semakin berat maka tekanan pada diskus bawah pun semaki kuat atau semakin berat. Hal inilah yang mengakibatkan banyaknya masyarakat yang mengalami syaraf terjepit adalah mereka yang memiliki masalah kegemukan atau obesitas.

Beberapa penyebab syaraf terjepit diatas merupakan penyebab umum yang sering dialami oleh para penderita syaraf terjepit. Kebanyakan dari mereka mengatasi permasalahan syaraf terjepit ini dengan menghindari posisi atau postur tubuh yang menyebabkan atau menimbulkan nyeri, mengkonsumsi obat pereda nyeri yang disarankan oleh dokter (naproxen, dan ibuprofen). Namun jika kasus yang dialami cukup serius jalan pengobatan atau penyembuhan yang dilakukan ialah dengan pembedahan meskipun jarang dilakukan namun hal ini akan sangat efektif ketika obat-obatan yang dikonsumsi tidak memberikan efek yang cukup membangun dalam jangka waktu 6 minggu, terapi (terapi traksi, simulasi listrik, terapi dingin atau panas) terapi ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang tidak ingin melakukan pengobatan melalui konsumsi obat-obatan atau melakukan pembedahan.

Nyeri punggung pada bagian bawah atau rasa nyeri pada leher yang sering terjadi ketika dalam posisi tertentu sebaiknya jangan disepelekan. Karena hal ini mungkin salah satu gejala terjadinya syaraf terjepit. Harus segera dilakukan pemeriksaan ke dokter sebelum rasa nyeri menjalar ke bagian tubuh yang lain dan keadaannya semakin parah.

Itulah beberapa penyebab syaraf terjepit yang dapat diwaspadai sebagai salah satu cara mencegah dan mengurasi atau meminimalisir terjadinya syaraf terjepit dalam tubuh kita. Meskipun kita jaranng atau bahkan tidak pernah melakukan hal-hal tersebut ada baiknya untuk berhati-hati ketika suatu saat diharuskan menghadapi beberapa kondisi dan keadaan diatas.

Rahmi, S.Kep

Seorang sarjana muda, aktif menulis di dokterku.co.id dan fokus menjadi konsultan masalah kewanitaan dan kecantikan.