Manfaat dan Dampak Makanan Pedas

Apa jadinya kalau selama satu minggu Anda makan makanan tanpa cabai di dalamnya? Kalau saya sih, tidak akan bisa. Soalnya selain makanan akan terasa hambar, nafsu makan saya dijamin akan menurun. Apakah Anda juga demikian?

Orang Indonesia memang cenderung suka makan makanan pedas. Makanya kalau harga cabai naik, pasti akan heboh. Di Negara kita, ada berbagai macam aneka kuliner bercita rasa pedas. Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat, seperti rujak hingga rending, semua rasanya nggak nendang tanpa cabai sebagai penambah cita rasa.

Tapi sebenarnya tidak hanya orang Indonesia lho yang suka makan cabai. Ada banyak Negara Asia lainnya yang cita rasa makanan mereka juga kurang enak tanpa cabai. Seperti Thailand dengan Tom Yum Goong-nya, Cina dengan Yu Xiang Tofu-nya, Korea dengan Ddebokbokk-nya , Vietnam dengan Banch Xeo-nya, terlebih lagi India dengan berbagai jenis makanan pedasnya seperti Parata, Kari, dan masih banyak lagi.

Manfaat dan Dampak Makanan Pedas

Lalu, apakah Anda tahu apa manfaat cabai bagi kesehatan tubuh dan juga bagaimana dampak atau efek sampingnya? Bagi Anda yang tidak suka makanan pedas, ataupun Anda pecinta makanan pedas, Anda wajib mengetahui manfaat dan dampak cabai bagi kesehatan berikut ini:

Pertama yang harus di ketahui, makanan pedas berasal dari berbagai macam sumber, mislanya dari cabai, merica ataupun jahe. Pada umumnya, cabai adalah bahan makanan yang paling sering digunakan untuk menambah cita rasa pedas dalam makanan.

Kenapa cabai menjadi pedis? Hal ini karena cabai memiliki kandungan yang disebut capcaicin. Capcaicin inilah yang memberikan efek pedas pada makanan. Capcaisin sendiri merupakan senyawa komponen bioaktif yang memiliki manfaat terhadap ketahanan tubuh manusia terhadap infeksi.

Menurut Huffington Post, capcaisini dapat digunakan sebagai obat agar dapat meringkan sakit, misalnya meringankan sakit kepala, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, merangsang kerja ginjal, paru-paru dan jantung. Capcaicin inilah yang membuat rasa pedas pada suatu makanan.

Nah uniknya, semakin kecil ukuran dari sebiji cabai, maka akan semakin pedislah rasanya. Ini terjadi karena cabai yang kecil cendering memiliki banyak capcaisin yang ada di dalam biji dan urat di bagian dalam cabai.

Kalau Anda yang pernah ke Toraja, mungkin Anda akan tahu bagaiaman rasa pedas yang dihasilkan dari lada katokkon, ataupun lada barra’. Lada barra’ sendiri adalah cabai ukurannya yang sangat kecil. Tapi rasanya akan sangat pedas dibandingkan cabai biasa.

Dampak dari Mengkonsumsi Makanan Pedas

1. Mengiritasi Mukosa Tubuh

Berhati-hatilah saat makan cabai karena dapat mengiritasi mukosa tubuh Anda. Mukosa yang di maksud disini sepeti mukosa mata, bibir dan juga saluran pada pencernaan

2. Membuat Penyakit Maag Kambuh

Sebenarnya, cabai bisa mengatasi maag sebab cabai bersifat basa. Jika asam lambung Anda sedang naik dan Anda mengonsumsi cabai, asam dilambung Anda akan dinetralkan dengan sifat basa dari cabai. Namun jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan, ini akan menyakiti Anda.

Hal ini terjadi karena asam lambung Anda akan semakin meningkat jika Anda mengonsumsinya secara belerbihan apalagi jika Anda mengonsumsi cabai di pagi hari sebelum ada makanan lain yang masuk ke dalam lambung Anda. jika sudah begini, akan memicu tukak pada lambung.

3. Sistem Pencernaan Terganggu

Selain yang memilki penyakit maag, Anda yang memiliki sistem pencernaaan juga harus hati-hati terhadap cabai. Apalagi jika Anda makan ditempat umum. Jangan sampai Anda mengamali sakit perut atau kebelet ditempat yang tidak tepat.

Selain dampak atau efek samping, cabai juga memiliki manfaat yang cukup banyak bagi kesehatan tubuh lho, yuuk simak selengkapnya:

Manfaat Makanan Pedas

1. Mengobati Sariawan dan Sebagai Anti Oksidan

Hayoo, siapa diantara Anda jika mengalami sariawan memiliki makan makanan pedas untuk menyembuhkannya? Berarti Anda sudah tahu ya kalau makanan pedas bermanfaat mengobati sariawan. Dalam 100 gram cabai, selain mengandung capcaicin juga  terdapat sekitar 143,7 mikrogram vitamin C.

Jadi, kandungan vitamin C inilah yang dapat menyembuhkan sariawan yang sedang Anda alami. Tidak hanya itu, vitamin C juga bermanfaat sebagai antioksidan yang larut dalam air dan berperan penting dalam sintesis kolagen. Pada cabai juga terdapat vitamin A jadi sangat tepat digunakan sebagai anti oksidan.

2. Menyehatkan Jantung

Selain sebagai antioksidan yang baik untuk kesehatan mulut untuk mengobati sariawan, vitamin A dan C yang terkandung dalam capcaicin juga bermanfaat untuk memperkuat dindingoto jantung. Sensasi hangat yang berasal dari capcaiin akan meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh.

3. Menurunkan Berat Badan

Banyak sekali ya manfaat capcaicin yang terdapat pada cabai ini. Kalau tadi kita telah membahas manfaatnya yang dapat mengobti sariawan, menjaga kesehatan jantung, ternyata vitamin A dan C yang dapat menurunkan berat badan. Loh? Kok bisa?

Jadi, vitamin A dan C yang dapat berfungsi memperkuat dinding otot jantung, akan meningkatkan aliran darah keseluruh tubuh. Sehingga hal tersebut akan memperbaiki sistem kardiovaskular.

Darah yang mengalir dengan baik akan membantu mendorong stimulasi lemak yang bisa mendorong kinerja metabolisme tubuh melonjak hingga lima persen. Metabolisme yang meningkat akan menghasilkan pembakaran lemak yang lebih optimal, hingga mencapai 16%.

Tapi jangan senang dulu ya, bagaimanapun, jika Anda ingin menurunkan berat badan, bukan berarti Anda harus mengonsumsi banyak cabai.

Cabai hanya membantu Anda memperbaiki system metabolisme Anda. Namun Anda juga bisa meingkatkan metabolisme Anda dengan cara lain, simak artikelnya disini. Selain itu, menerapkan diet dengan pola hidup sehat adalah cara yang tepat.

4. Memperbaiki Fungsi Pencernaan

Kalau yang memiliki sistem pencernaan sensitif harus berhati-hati, ini tidak berlaku bagi Anda yang sistem pencernaannya tidak lancar. Justru mengonsumsi cabai akan membantu meningkatkan sirkulasi darah di perut dan meningkatkan lapisan mucus.

Capsaicin juga membantu membunuh bakteri H.pylori penyebab sakit maag. Akan tetapi jika Anda mengalami heartburn (rasa panas) setelah makan pedas, cobalah tablet antiacid yang akan menetralisir asam di lambung.

5. Menghilangkan Gejala Flu

Kandungan capcaicin membantu mengeluarkan keringat dan menghilangkan gejala flu. Anda pasti sering mengalami hidung Anda meler saat makan pedas bukan? Nah, hal ini membantu membuka jalan napas bagi Anda yang sedang terserang flu. Bahkan bisa mengurangi sinusitis yang Anda alami dan gejala flu lainnya.

6. Memperbaiki Mood

Seperti yang telah dibahas diatas, cabai memiliki kandungan capcaisin yang juga bermanfaat untuk menstimulasi otak agar memproduksi hormone endorphin. Hormon ini biasa disebut hormone feeling so good sehingga berfungsi menghilangkan rasa sakit dan juga dapat memperbaiki mood Anda semisal Anda sedang berada pada bad mood Anda.

Jadi, sekarang Anda sudah tahukan apa dampak dan manfaat dari makanan pedas yang di dapat dari cabai? Anda juga dapat menonton vlog bersama dr. Awal Akram yang memabahas tuntas makanan manfaat makanan dan dampaknya. Silahkan simak videonya di bawah:

Ayu Indah Trisusilowaty

Ayu Indah akrab disapa Ayunda. Beauty Blogger & Vlogger dari Makassar dengan channel Youtubedisini. Hobi menulis dan menganggap bahwa make up is art, beauty is passion. Kunjungi Ayunda di ayuindah.com