Category: Anak

  • Kenali Tanda dan Gejala Gizi Buruk Bagi Putra Putri Anda

    Kenali Tanda dan Gejala Gizi Buruk Bagi Putra Putri Anda

    Malnutrisi atau gizi buruk merupakan suatu keadaan tubuh manusia yang mengartikan bahwa asupan nutrisi dan gizi yang mengalir di tubuh manusia buruk. Gejala gizi buruk atau malnutrisi ini pada umunya ditandai dengan penurunan berat badan secara drastis dalam waktu yang cukup singkat. Gizi buruk biasanya diakibatkan oleh pemilihan jenis makanan atau asupan makanan yang tidak tepat atau bisa karena sebab lain seperti penyakit infeksi yang nutrisi dan gizi di dalam tubuh tidak terserap dan tercerna dengan baik.

    Secara klinis gizi buruk ditandai dengan asupan energi, protein dan nutrisi mikro seperti vitamin yang kurang atau tidak mencukupi atau bahkan berlebihan yang akhirnya menyebabkan gangguan kesehatan.

    Tidak sedikit orang yang salah kaprah mengenai gizi buruk dan kelaparan. Tentunya gizi buruk dan kelaparan merupakan dua jenis penyakit yang berbeda. Orang yang menderita kelaparan cenderung diakibatkan oleh kurangnya atau tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup. Kelaparan yang didetita dalam jangka waktu yang cukup lama akan menuju kea rah Gizi buruk. Namun banyak diantaranya masyarakat yang tanpa disadari akan menderita gizi buruk jika tidak memiliki asupan makanan yang cukup dengan mengandung vitamin, nutrisi dan mineral yang mencukupi untuk tubuh manusia.

    Gejala gizi buruk yang paling jelas dirasakan oleh para penderita gizi buruk ialah kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan. Seseorang yang menderita gizi buruk sangat tidak bisa diprediksi waktu pengobatan dan kesembuhannya ada beberapa penderita yang sembuh dalam jangka pendek namun tak sedikit pula diantaranya yang sembuh dalam jangka waktu yang cukup panjang.

    Seseorang yang sudah atau sedang menderita gizi buruk akan sangat mudah terserang penyakit lain akibat kekebalan tubuh dan system imun yang menurun akibatnya tubuh menjadi tidak siap untuk menghalau segala jenis penyakit. Anak-anak yang mengidap penyakit gizi buruk akan sangat terganggu oleh efek sampingnya bahkan biasanya malah akan mengganggu proses tumbuh kembang anak seperti dengan berat badan yang terus menerus dibawah batas normal atau tinggi badan yang tidak seharusnya (kerdil). Hal ini karena berkurangnya kemampuan tubuh untuk menyerap dan mencerna nutrisi, mineral serta vitamin yang dimasukan ke dalam tubuh.

    Hingga saat ini gizi buruk merupakan masalah kesehatan yang cukup signifikan di dunia terutama pada anak-anak. Masalah politik,bencana alam, hingga peperangan bisa menjadi salah satu pemicunya. Hal ini tak hanya terjadi di Indonesia atau di beberapa Negara saja namun di seluruh belahan dunia. Hal ini yang menyebabkan semakin banyaknya dan semakin meningkatnya para penderita gizi buruk setiap tahunnya.

    Penyakit gizi buruk akan sangat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik penderitanya. Semakin berat kondisi gizi buruk pada penderita ( semakin banyak nutrsi yang kurang) akan memperbesar resiko terjadinya masalah kesehatan fisik.

    Banyak kasus yang terjadi pada penderita gizi buruk seperti kerusakan otak akibat desfisiensi yodium, lemah otot atau marasmus akibat defisiensi energy dan protein, kebutaann, resiko terjangkit penyakit infeksi yang meningkat akibat defisiensi Vitamin A, hingga sulitnya berkonsentrasi akibat dari defisiensi zat besi.

    Tanda dan gejalan gizi buruk dapat dialami terkantung dari jenis nutrisi yang mengalami defisiensi. Meskipun demikian ada beberapa gejala gizi buruk yang umum muncul pada penderita.

    1. Kelelahan

    Kelelahan merupakan salah satu gejala gizi buruk pada anak

    Kelelahan atau kekurangan energi akibat aktivitas yang padat dan olahraga merupan hal yang lumrah dan umum terjadi dalam kehidupan masyarakat. Namun jika hal ini terjadi akibat kurangnya asupan nutrisi dan makanan yang cukup secara terus menerus sehingga sulit untuk diatasi meskipun sudah mencoba untuk mengkonsumsi makanan dan nutrisi. Bisa jadi hal ini merupakan salah satu tanda dan gejala gizi buruk menyerang pada anak Anda. Namun terkadang anak-anak justru tidak merasa bahwa ini adalah sebuah penyakit mereka hanya berspekulasi atau menyimpulkan bahwa mereka sedang sangat kelelahan. Hal ini yang perlu diperhatikan oleh orang tua dengan bertanya aktifitas apa yang membuat sang anak kelelahan, dan apakah makanan nya belakangan ini sudah cukup untumencukupi nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan.

    2. Sistem kekebalan tubuh yang rendah

    Gejala gizi buruk biasanya ditandai dengan seringnya mengalami sakit

    Anak yang memiliki gejala gizi buruk yang satu ini biasanya ditandai dengan seringnya mengalami sakit kemudian sembuh dan tidak lama kemudian jatuh sakit kembali. Hal ini harus sangat diwaspadai oleh para orang tua. Sesegera mungkin periksakan anak Anda ke dokter untuk diperiksa meskipun sang anak hanya menderita penyakit sepele seperti flu atau hanya batuk saja namun jika frekuensinya menjadi seperti yang disebutkan sebelumnya ada baiknya melakukan pemeriksaan untuk keadaan yang lebih pasti.

    3. Masalah mulut

    Salah satu gejala gizi buruk pada anak-anak ditandai dengan gusi bengkak

    Masalah mulut yang terjadi sebagai salah satu tanda dan gejala gizi buruk pada anak-anak ialah ditandai dengan gusi bengkak dan berdarah serta gigi yang membusuk hal ini diakibatkan oleh masalah pada organ dalam tubuh anak Anda yang secara tidak langsung memberikan sinyal berupa hal tersebut.

    4. Menurunnya berat badan

    Salah satu gejala gizi buruk yaitu menurunnya berat badan

    Turunnya berat badan Anak secara tidak wajar atau secara signifikan perlu Anda wapadai sebagai salah satu faktor atau tanda atau gejala gizi buruk. Hal ini karena tubuh kita tida memiliki unsure pembangun tubuh zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh anak dalam kadar yang ideal

    5. Kelemahan otot

    Kelemahan otot menjadi salah satu gejala gizi buruk pada anak

    Sama halnya dengan gejala gizi buruk sebelumnya kelemahan otot juga disebabkan oleh asupan nurisi yang tidak mencukupi tubuh

    6. Tulang mudah patah

    Rapuhnya tulang pada anak menjadi salah satu gejala kurang gizi

    Kurangnya asupan nutrisi berupa mineral dan kalsium menjadi salah satu faktor gejala ini muncul pada para penderita gizi buruk.

    7. Sulit berkonsentrasi

    Salah satu gejala gizi buruk yaitu sulitnya berkonsentrasi

    Gejala gizi buruk yang satu ini diakibatkan oleh defisiensi zat besi dalam tubuh anak.

    Itulah beberapa penjelasan detail seputar penyakit gizi buruk dan tanda serta gejala gizi buruk yang dapat muncul pada anak-anak. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan asupan makanan anak Anda untuk memastikan semua asupan yang kita berikan mencukupi kebutuhan dalam tubuhnya. Masa pertumbuhan seperti ini sangat penting untuk menjaga pola makan dan pola hidupnya untuk membentuk perkembangan yang baik.

    Kenali Tanda Dan Gejala Gizi Buruk Bagi Putra Putri Anda

  • 7 Tips Mencegah Demam Pada Anak

    7 Tips Mencegah Demam Pada Anak

    Ketika Anak mengalami demam ibu mana pun akan panik dan khawatir menjadi lebih buruk. Sehingga tidak heran ketika anak mengalami masalah tersebut merasa panik dan bingung apa yang harus dilakukannya. Banyak cara yang dilakukan orang tua untuk berusaha membuat Anak tetap sehat dengan memberikan beragam asupan makanan yang bergizi agar terhindar dari resiko penyakit serta dapat mencegah demam pada anak. Suhu tubuh anak yang melonjak secara tiba-tiba terkadang membuat orang tua merasa bersalah, padahal hal tersebut dapat terjadi bila anak kurang mendapatkan asupan minum yang cukup.

    Menurut www.healthychildren.org persentase yang mengalami demam pada anak dibawah satu tahun 50% lebih banyak dibandingkan untuk anak usia diatas satu tahun. Oleh karenanya teliti kembali bila panasnya hingga menyebabkan anak tidak mampu beraktivitas barulah orang tua mengambil berbagai langkah cepat untuk mengatasinya tidak sekedar mengompres saja. Memastikan agar cara mengatasinya yang dilakukan tidak salah, berikut beberapa tips mencegah Demam pada anak yang dapat dilakukan para orang tua, antara lain:

    1. Pastikan Anak Tidak Dehidrasi

    Memberi minum yang cukup merupakan salah satu cara mencegah demam pada anak

    Banyaknya aktivitas yang dilakukan anak akan membuatnya lupa untuk minum karena senang bermain. Sehingga tidak jarang orang tua pun terkejut ketika memegang dahi anaknya dalam keadaan panas. Hal tersebut normal sebagai tanda yang diberikan tubuh bahwa saat itu sedang membutuhkan asupan cairan yang cukup. Dengan Memberi minum yang cukup akan mencegah demam anak yang berkelanjutan.

    2. Berikan Suasana Tenang dan Nyaman pada Anak

    Memberikan suasana nyaman dan tenang dapat mencegah demam pada anak

    Anak yang gelisah umumnya akan mengakibatkan suhu tubuhnya meningkat secara berkala, agar tidak berlanjut berikan pelukan hangat pada anak serta hiburlah agar tetap tenang misalkan dengan bernyanyi atau bercerita sebuah dongeng sehingga suhu tubuhnya pun tetap dalam batas normal.

    3. Upayakan Istirahat Anak Anda Cukup

    Memberikan istirahat yang cukup dapat mencegah demam pada anak

    Anak yang umumnya selalu aktif terkadang lupa untuk istirahat siang, sehingga ketika malam tiba cenderung cepat lelah atau sebaliknya tetap bermain tanpa memikirkan kondisi tubuhnya yang sudah lelah bermain sejak siang. Untuk itu agar dapat mencegah demam anak sebaiknya orang tua yang memperhatikan kapan waktu istirahat anak sehingga tidak mudah lelah yang akan berdampak pada metabolisme tubuh yang tidak stabil sehingga mudah terserang penyakit.

    4. Sediakan Pakaian Anak yang Tidak Terlalu Panas

    Memperhatikan bahan pakaian yang digunakan dapat mencegah demam pada anak

    Pakaian yang dikenakan anak Anda juga harus diperhatikan karena jika terlalu panas akan membuat suhu tubuhnya pun mudah naik. Sebagai orang tua harus memperhatikan kualitas bahan pakaian yang akan anak Anda gunakan. Pastikan jangan tergiur dengan harganya yang murah namun jenis bahan yang digunakan adalah bahan yang panas. Jika dipaksakan untuk dikenakan anak Anda akan membuat tubuhnya menjadi tidak nyaman, dan selalu gelisah sehingga mudah terserang penyakit.

    5. Berikan Pijatan Khas pada Anak Anda

    Memberikan pijatan dapat mencegah demam pada anak

    Sebagai ibu pasti mengetahui keadaan psikologis anaknya, jika anak sudah diajak mandi sebelum dikenakan pakaian berikan pijatan halus dengan menggunakan minyak gosok pada anak dibagian punggung dan kakinya untuk menghindarkannya dari resiko perut kembung dan masuk angin.

    Sebab jika hal tersebut tidak dilakukan daya tahan anak terhadap penyakit yang masih lemah mudah tergoyahkan dengan kondisi dingin udara hingga virus yang menyebar melalui kegiatan bermain bersama teman-temannya. Dengan cara ini akan mencegah demam anak terjadi karena terdapat minyak gosok yang menghangatkan tubuh dan kakinya.

    6. Berikan Makanan yang Bergizi Tinggi

    Memberikan makanan yang bergizi tinggi dapat mencegah demam pada anak

    Anak yang sedang dalam masa pertumbuhan memang membutuhkan makanan yang bergizi tinggi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Manfaat makanan tersebut juga agar tubuhnya tercukupi asupan anti oksidannya sehingga dapat meningkatkan daya imunitasnya dan tidak mudah terserang beragam penyakit seperti influenza, batuk dan sebagainya.

    Jika diperlukan berikan asupan makanan tambahan yang mengandung vitamin seperti susu, ataupun vitamin C dan sejenisnya. Asupan makanan ini memang harus disajikan pada anak dalam bentuk yang menarik agar anak menarik untuk mengkonsumsinya. Soal yang harus dihadapi orang tua adalah ketika anak malas untuk mengkonsumsi makanan bergizi tersebut. Orang tua harus konsisten melakukannya agar dapat mencegah demam anak dimasa mendatang.

    7. Berikan Obat Kompres dan Obat Penurun Panas

    Memberikan kompres dan obat penurun panas dapat mencegah demam pada anak

    Jika kondisi demam sudah terlanjur menyerang anak Anda, maka agar panasnya tidak berlanjut menjadi semakin buruk segera berikan obat kompres untuk anak terlebih dulu, kemudian jika belum juga ada perubahan segera berikan obat penurun panas untuk meredakan panasnya dengan dosisi minimal terlebih dulu.

    Kemudian jika ternyata demam tersebut tidak juga turun, maka segeralah ajak anak Anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan. Tujuannya agar dapat memastikan demam yang dialami anak Anda tersebut adalah demam biasa tau justru demam berdarah yang terkadang gejalanya menipu sebagian masyarakat.

    Dengan menerapkan beberapa tips mencegah demam pada anak tersebut, maka para orang tua dapat melakukan langkah antisipasi untuk menghindarkan anak dari resiko penyakit yang lebih fatal. Oleh karenanya sebagai orang tua harus selalu siap sedia termometer yaitu alat untuk mengukur suhu tubuh manusia sebagai parameter agar langkah yang dilakukan orang tua untuk mengantisipasinya berkelanjutan. Selain itu orang tua juga dapat mengontrol suhu tubuhnya setiap saat mulai dari sebelum mengompres hingga sesudah mengompres jika memang demam sudah menyerang terlebih dulu.

    Sebagai pengetahuan tambahan untuk para orang tua juga bahwa tidak selamanya demam yang dialami anak adalah penyakit yang menyerang. Demam sendiri merupakan proses alamiah tubuh yang menunjukkan bahwa tubuh sedang bereaksi terhadap suatu penyakit atau infeksi yang terdapat didalam tubuh. Infeksi tersebut umumnya disebabkan karena virus, sehingga dengan meningkatkan suhu tubuh merupakan cara yang dilakukan sistem kekebalan tubuh untuk memperlambat pertumbuhan bakteri atau virus yang menyerang tersebut.

    Jadi dengan mengetahui hal tersebut orang tua tidak perlu lagi panik dalam menghadapi kondisi demam yang dialami anak Anda. Tetap tenang dan lakukan langkah-langkah pencegahan diawal. Orang tua juga perlu mengetahui bahwa demam juga dapat beresiko fatal ketika tubuh menunjukkan mengalami penurunan setelah dikompres ternyata hal tersebut belum memastikan anak Anda sudah sehat, karena itu merupakan resiko demam berdarah dimana karakteristiknya seperti itu demam tinggi kemudian turun dan akan mengalami demam lagi tidak lama kemudian. Jadi dengan menerapkan langkah-langkah tersebut harapannya setiap orang tua yang sudah memiliki anak sudah dapat mengantisipasinya ketika anak mengalami demam.