Tag: jokowi

  • Peter Pan Syndrome yang mana Disebut-sebut Amien Rais, Kenali Tanda juga Penyebabnya

    Peter Pan Syndrome yang mana Disebut-sebut Amien Rais, Kenali Tanda juga Penyebabnya

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais , melontarkan kritik tajam terhadap Jokowi alias Mulyono dengan menyampaikan bahwa sang mantan kepala negara mengidap Peter Pan Syndrome . Hal yang disebutkan diungkap Amien melalui akun Instagram pribadinya.

    Pernyataan Ketua Majelis Syuro Partai Ummat ini disampaikan pada waktu menyoroti gaya kepemimpinan Mulyono yang dinilai tak penting pada menangani berbagai permasalahan nasional.

    “Perangai kemudian tingkah laku Mulyono yang tersebut banyak Nampak tiada normal mungkin saja sekali sebab beliau sudah ada lama dilanda Peter Pan Syndrome,” kata Amien diambil dari Instagram @amienraisofficial, Selasa (4/2/2025).

    “Nah menurut Dr. Kiley, orang dengan sindrom Peter Pan mengalami kesulitan di menerima tanggung jawab, suka menyalahkan orang lain,” sambungnya.

    Lebih lanjut, Amien menjelaskan bahwa sikap Mulyono di menjawab pertanyaan wartawan menunjukkan tanda-tanda sindrom tersebut.

    “Jadi kita ingat gaya Mulyono kalau ditanya wartawan tentang sesuatu permasalahan yang mestinya sebagai Presiden harus ia kuasai kemudian ketahui, jawabnya khas,” jelasnya.

    “‘Loh kok tanya saya. Ya saya tiada tahu. Ya tanya orang yang mana menyatakan itu’. Diikuti dengan ketawa ihik-ihiknya,” tambahnya.

    Menurutnya, pengidap sindrom ini juga tidak ada pernah mempunyai perencanaan yang digunakan memadai di kehidupannya. Ia pun memperlihatkan pada hal ini adalah Ibu Perkotaan Nusantara (IKN) di area Kalimantan yang mana menjadi kota mati. “Tentu ini terbukti dari kenyataan bahwa IKN Nusantara sudah menjadi kota mati, kota hantu atau ghost city,” ujarnya.

  • Respons IDI tentang Izin Aborsi oleh Presiden Jokowi: Harus Faskes yang dimaksud Memenuhi Syarat

    Respons IDI tentang Izin Aborsi oleh Presiden Jokowi: Harus Faskes yang dimaksud Memenuhi Syarat

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengesahkan PP Aspek Kesehatan terbaru. Dalam peraturan tersebut, pemerintah turut melegalkan tindakan aborsi untuk korban pemerkosaan.

    Meski sudah pernah dilegalkan, prosesi aborsi ini masih tak boleh sembarangan. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan tindakan aborsi tetap saja perlu dikakukan dengan SOP yang digunakan benar mengingat banyaknya risiko yang mana bisa saja dialami wanita.

    Salah satu yang dimaksud ditekankan ialah melakukannya di tempat infrastruktur kondisi tubuh yang benar kemudian mumpuni. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, DR dr. Adib Khumaidi, SpOT menyatakan aborsi merupakan tindakan medis yang digunakan tentunya tetap saja memiliki risiko.

    “Terlepas diperbolehkan, aborsi itu sebuah tindakan medis. Kalau kita bicara tindakan medis, tentunya harus diadakan oleh tenaga medis yang mana sesuai kemudian dijalankan di tempat faskes yang mana telah memenuhi persyaratan,” jelas dr. Adib di media briefing, hari terakhir pekan (2/8/2024).

    Sementara, dr. Ari Kusuma Januarto, SpOG, Obginsos selaku Ketua Lingkup Legislasi kemudian Advokasi PB IDI mengungkapkan prasarana kemampuan fisik yang mumpuni merupakan ketentuan utama bila korban pemerkosaan atau wanita dengan indikasi tertentu hendak melakukan tindakan aborsi.

    Faskes yang dimaksud tepat dan juga memenuhi aturan tentunya akan meliputi tenaga medis yang mana sesuai lalu juga ruangan kemudian alat-alat yang digunakan memadai.

    Untuk itu, IDI menyatakan pemerintah perlu menentukan faskes seperti apa hanya yang tersebut memeuhi aturan agar wanita yang memenuhi ketentuan aborsi dapat melakukannya dengan aman.

    “Fasilitas ini penting, menyangkut kesulitan sterilitas, permasalahan alat, jadi ini sangat penting. Maka pemerintah harus punya standar faskes mana yang tersebut diperbolehkan untuk melakukan tindakan aborsi. Tempat yang digunakan aman yg seperti apa,” jelas dr. Ari.

    Selain itu, tindakan aborsi ini juga memerlukan tenaga medis spesialis yang dimaksud tepat. Ini adalah bisa jadi didapat dari sarana kebugaran yang digunakan sesuai standar. IDI juga mengimbau agar wanita yang digunakan memenuhi persyaratan aborsi dapat mendapat perawatan kemudian pelayanan yang aman juga sesuai dengan standar yang dimaksud ada.

    “Semakin besar tindakan medis yang dimaksud maka harus dijalankan oleh dokter spesialis,” ujar dr. Ari.

    “Perawatan ibu itu harus mendapat pelayanan yang aman kemudian nyaman. Alat-alatnya cukup, ini semua menimbulkan tindakan aborsi itu jadi aman sekalipun semua tindakan mempunyai risiko,” kata beliau lagi.

  • Profil Dadan Hindayana, Dosen IPB yang mana Dilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

    Profil Dadan Hindayana, Dosen IPB yang mana Dilantik Jadi Kepala Badan Gizi Nasional

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Profil Dadan Hindayana menarik perhatian public usai dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di dalam Istana Negara Ibukota pada Hari Senin (19/8/2024).

    Pelantikan Dadan Hindayana berdasarkan Keputusan Presiden nomor 94P tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Dalam kesempatan itu , Presiden Joko Widodo mengambil sumpah jabatan Kepala Badan Gizi Nasional.

    Baca Juga: 7 Tanda Awal Demensia, Mulai Menyerang Anak Muda Usia 30-an

    “Saya bersumpah bahwa saya akan setia terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan juga akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya terhadap bangsa lalu negara. Bahwa saya pada menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

    Profil Dadan Hindayana
    Badan Gizi Nasional adalah lembaga baru pemerintah yang tersebut dibentuk oleh Presiden Jokowi untuk melaksanakan tugas pemenuhan gizi nasional.

    Pembentukan lembaga ini ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional yang digunakan diterbitkan pada 15 Agustus 2024.

    Dadan Hindayana tercatat sebagai Dosen terlibat di dalam Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diketahui fokus di dalam kegiatan studi Entomologi.

    Jam terbang Dadan di dalam sektor pangan serta lingkungan sudah ada tidaklah diragukan lantaran ia sendiri sudah mengejar beratus-ratus mata kuliah yang berfokus pada sektor tersebut.

    Beberapa pada antaranya adalah Pengantar Ekologi, Pengendalian Hayati, Analisis Tapak, Biologi juga Ekologi Predator, Vertebrata Hama, lalu banyak mata kuliah lainnya.

    Dalam dunia akademik, Dadan sudah ada menerbitkan puluhan karya tulis perihal pangan kemudian lingkungan yang dibukukan melalui jurnal ilmiah. Karya-karya saintifik itu pun kerap diambil atau digunakan sebagai referensi.