Tag: kesehatan jantung

  • Apa yang dimaksud Terjalin jikalau Seseorang Berjalan 20.000 Langkah Sehari

    Apa yang dimaksud Terjalin jikalau Seseorang Berjalan 20.000 Langkah Sehari

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Jalan kaki menjadi salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan. 10.000 langkah sehari misalnya, dianggap sebagai standar emas untuk kebugaran. Tapi, apa yang tersebut akan terjadi jikalau jalan kaki dijalankan 20.000 langkah sehari?

    Dikutip times of india, berjalan 20.000 langkah sehari sanggup mempercepat penurunan berat badan hingga meningkatkan kualitas tidur, tingkat energi serta stamina. Tapi, itu bukan hanya saja membakar tambahan sejumlah kalori, juga memberi jantung olahraga yang tersebut baik, memulai pembangunan daya tahan juga menyegarkan tubuh serta pikiran.

    Namun, pemula harus memulai dengan lambat serta mencoba mencapai 10.000 langkah terlebih dahulu sebelum meningkatkan standar untuk menggandakan jumlahnya.

    Seiring dengan bertambahnya durasi serta total langkah, faedah untuk kesejahteraan secara keseluruhan berlipat ganda.

    Menurut sebuah studi pada 2019 yang mana diterbitkan di jurnal JAMA Neurology, ditemukan bahwa total 8.900 langkah per hari memperlambat laju penurunan kognitif lalu kehilangan ukuran otak pada orang-orang yang berisiko tinggi.

    Ini bukan berarti bahwa orang yang berjalan sejauh 3K-5K bukan mendapatkan faedah apa pun. Sebuah studi yang mana diterbitkan pada European Journal of Preventive Cardiology menunjukkan bahwa berjalan setidaknya 3.967 langkah sehari menghurangi risiko kematian akibat penyulut apa pun, sementara berjalan 2.337 langkah sehari menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

    Meski berjalan 20.000 langkah dapat disamakan dengan 16 km, seseorang tiada perlu menempuh jarak yang disebutkan sekaligus. Memecah langkah-langkah ini untuk menyela waktu duduk yang tersebut lama kemungkinan besar dapat lebih besar bermanfaat.

    Sebuah studi terkini yang dipublikasikan di Proceedings of the Royal Society B Journal, menemukan bahwa ‘jalan-jalan mikro’ dapat menggunakan energi hingga 60 persen lebih besar berbagai daripada berjalan atau memanjat yang lebih tinggi lama, meskipun jarak tempuhnya sama. Ditemukan bahwa memecah waktu bukan bergerak dengan jalan-jalan singkat dapat meningkatkan energi yang dimaksud dikeluarkan setiap hari dan juga meningkatkan kesehatan.

    Menurut sebuah studi yang dimaksud dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology, para peneliti yang tersebut dipimpin oleh Maciej Banach, Profesor Kardiologi di tempat Universitas Kesehatan Lodz, Polandia, juga Profesor Tamu di area Ciccarone Center for the Prevention of Cardiovascular Disease, Johns Hopkins University School of Medicine, menemukan bahwa meskipun orang berjalan sebanyak 20.000 langkah sehari, khasiat kesehatannya terus meningkat. Mereka belum menemukan batas atasnya.

  • Bethsaida Hospital Hadirkan Solusi Sumbatan Jantung

    Bethsaida Hospital Hadirkan Solusi Sumbatan Jantung

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Di negara-negara maju, metode penanganan sumbatan pembuluh darah koroner sudah beralih dari penyelenggaraan stent (cincin/ ring jantung) ke balon berlapis obat atau DCB. Bahkan di dalam negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Prancis, dan juga Italia, DCB pada saat ini mendominasi hingga 80-90% untuk penanganan perkara penyumbatan koroner.

    Tindakan ini telah beberapa tahun dijalankan pada Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital Gading Serpong dengan keberhasilan yang mana sangat memuaskan.

    Bagaimana Pemasangan kemudian Cara Kerja DCB?

    Proses pemasangan DCB mirip dengan stent, tindakan diadakan di area ruangan kateterisasi (Cath Lab) dengan anestesi lokal yang tersebut dimasukkan melalui tangan atau paha kanan. Sumbatan yang ada dalam koroner akan dibuka menggunakan balon khusus agar sumbatan dapat dikurangi hingga ≤30%.

    Selanjutnya dengan menggunakan DCB; balon dikembangkan agar obat yang mana ada pada balon dapat ditempelkan pada dinding pembuluh darah yang dimaksud tersumbat. Setelah itu, balon ditarik keluar. Jadi tak ada benda asing yang mana ditinggalkan di tubuh pasien.

    Seiring berjalannya waktu, obat yang tertinggal di area pembuluh darah koroner dengan dengan perbaikan pola hidup (lifestyle) akan menunjang tubuh pasien untuk menghilangkan sumbatan yang digunakan tersisa dan juga melebarkan pembuluh darah koroner melalui proses yang mana disebut Konstruktif Remodelling juga Late Lumen Enlargement.

    Dalam waktu 6-9 bulan diharapkan pembuluh darah koroner yang diobati dapat kembali menjadi normal kembali.

    Keuntungan Pengaplikasian DCB Dibandingkan Stent

    1. Tidak meninggalkan benda asing apapun di tubuh pasien.
    2. Risiko Restenosis (penyumbatan kembali pada pembuluh darah koroner yang sudah diobati) lebih besar rendah dan juga lebih besar mudah diperbaiki apabila terjadi.
    3. Memberikan kesempatan pada pasien agar memiliki pembuluh darah yang dimaksud dapat mengecil lalu melebar sesuai dengan fungsi pembuluh darah sebagaimana semestinya (fungsi vasomotor).
    4. Jika suatu ketika pasien memerlukan tindakan bypass maka tidaklah akan ada faktor yang mana menghalangi seperti pada pemasangan stent dengan metal.
    5. Pemanfaatan obat pengencer darah yang lebih banyak aman dengan dosis obat yang lebih lanjut kecil juga pengaplikasian dua macam obat pengencer yang lebih tinggi singkat, apalagi apabila dikombinasikan dengan diet D-Nutritarian.
    6. Lebih aman untuk pasien dengan risiko perdarahan seperti luka lambung, wasir lalu untuk pasien yang ingin menjalankan operasi gigi atau tindakan invasif lainnya seperti gastroskopi lalu kolonoskopi. Juga lebih lanjut aman untuk pasien-pasien yang kurang taat pada meminum obat berkesinambungan khususnya pengencer darah.
    7. Pilihan ideal untuk pasien yang berusia muda atau pasien yang masih terlibat bekerja oleh sebab itu struktur pembuluh darah dipertahankan seperti aslinya.
    8. Dapat digunakan untuk jangka panjang dan juga tiada ada batasan jumah DCB yang digunakan oleh sebab itu bukan ada benda asing yang dimaksud ditinggalkan.
    9. Siap untuk teknologi masa depan seperti rekayasa genetika atau pemakaian artificial intelligence sebab pembuluh darah masih dipertahankan strukturnya seperti sedia kala.
    10. Pekerjaan tindakan menjadi lebih lanjut mudah dan juga dampak radiasi menjadi lebih banyak kecil.
    11. Pembuluh darah koroner diberikan kesempatan untuk menjadi besar mengalami yang mana disebut dengan positif remodeling dan juga memberikan kesempatan agar plak menjadi kecil yang digunakan disebut regresi. Terutama jikalau dikombinasikan dengan diet D-Nutritarian.
    12. Risiko terjadinya alergi terhadap metal seperti pada pemasangan stent serta radang menahun (inflamasi kronis) dapat dihindari.

  • 6 Cara Minum Kopi yang mana Dapat Membahayakan

    6 Cara Minum Kopi yang mana Dapat Membahayakan

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Ada beberapa cara minum kopi yang mana dapat membahayakan kemampuan fisik jantung tanpa disadari. Kopi adalah minuman favorit banyak orang pada seluruh dunia, teristimewa untuk mengusir kantuk lalu meningkatkan energi.

    Namun, walaupun mempunyai berbagai manfaat, kebiasaan minum kopi yang tersebut berlebihan atau dengan cara yang tak sehat mampu berdampak buruk pada kemampuan fisik jantung. Kopi sendiri mengandung kafein, zat stimulan yang digunakan dapat membantu meningkatkan fokus serta daya ingat.

    Meski demikian, konsumsi kopi yang mana tiada terkendali dapat meningkatkan risiko kesulitan jantung. Berikut adalah beberapa cara minum kopi yang tersebut sebaiknya dihindari agar jantung masih sehat dilansir dari Times of India, Rabu (30/10/2024).

    6 Cara Minum Kopi yang mana Dapat Membahayakan Kesejahteraan Jantung

    1. Mengonsumsi Kopi Terlalu Banyak

    Mengonsumsi kopi tambahan dari tiga hingga empat cangkir per hari dapat menyebabkan takikardia atau detak jantung yang tersebut terlalu cepat. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang tersebut berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, memperberat kerja jantung, lalu memperbesar risiko hipertensi juga penyakit jantung.

    2. Minum Kopi dalam Waktu petang Hari

    Kafein dapat bertahan pada tubuh selama lima hingga enam jam, bahkan lebih. Jika Anda minum kopi di area di malam hari hari, tidur Anda bisa jadi terganggu, menyebabkan kelelahan kemudian stres pada jantung dikarenakan tak mendapatkan istirahat yang dimaksud cukup. Kurangnya tidur juga berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi serta penyakit kardiovaskular lainnya.

    3. Mencampur Kopi dengan Gula juga Krimer Berlebihan

    Kopi hitam murni sebenarnya rendah kalori, namun penambahan gula kemudian krimer pada jumlah total besar akan meningkatkan isi kalori juga lemak jenuh. Gula serta lemak jenuh berlebih ini dapat memicu peningkatan lemak darah LDL (kolesterol jahat) yang dapat menyumbat arteri dan juga meningkatkan risiko serangan jantung.

    4. Mengandalkan Kopi untuk Menambah Tenaga Sepanjang Hari

    Ketergantungan pada kopi sebagai satu-satunya sumber energi dapat menimbulkan tubuh mengalami efek ‘crash’ pada waktu kadar kafein turun. Efek ini bisa jadi menyebabkan tubuh merasa lemas, stres, hingga tekanan darah meningkat. Ketika tubuh terus-menerus dipaksa terlibat tanpa istirahat cukup, jantung dapat terpengaruh.

  • Permudah Akses Kesehatan, Klinik Baru Resmi Beroperasi dalam Serang

    Permudah Akses Kesehatan, Klinik Baru Resmi Beroperasi dalam Serang

    Dokterku.co.id – Klinik Utama Jantung Hasna Medika Serang resmi dibuka pada Selasa, 10 September 2024. Berlokasi Jalan Raya Serang – Jakarta, tepatnya di dalam Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Daerah Serang, klinik ini menjadi cabang ke-12 lalu yang dimaksud pertama ada di dalam Wilayah Serang.

    Peresmian dilaksanakan oleh Pimpinan Daerah Serang, Ratu Tatu Chasanah juga dihadiri jajaran direksi juga shareholder Hasna Medika Group. Dalam sambutannya, Kepala Daerah Tatu Chasanah memberikan apresiasi yang digunakan tinggi menghadapi inisiasi klinik ini dalam Serang. Selaku kepala area mewakili penduduk Wilayah Serang berharap Klinik Utama Jantung Hasna Medika Serang dapat membantu rakyat yang digunakan membutuhkan sarana pelayanan kesehatan, khususnya untuk jantung.

    “Kami menyambut baik penampilan Klinik Jantung Hasna Medika di dalam Serang. Ini adalah merupakan bagian dari keseluruhan pelayanan kondisi tubuh yang digunakan diadakan terhadap masyarakat. Klinik ini tak cuma sebatas mengobati tapi juga akan melakukan tindakan preventif kemudian promotif terhadap publik sejak dini untuk menghindari penyakit jantung,” ujar Ratu Tatu Chasanah.

    Sedangkan Direktur Utama Hasna Medika Group, dr. Gugun Iskandar Hadiyat, SpJP(K), FIHA, FasCC, mengungkapkan Klinik Utama Jantung Hasna Medika terus-menerus berazam untuk memberikan pelayanan medis terbaik yang bukan belaka berfokus pada kualitas, tetapi juga mengutamakan pendekatan dan juga rasa nyaman bagi setiap pasien. Untuk Klinik Utama Jantung Hasna Medika Serang, pihaknya berkolaborasi dengan dokter spesialis di dalam Daerah Perkotaan Serang.

    “Pembukaan klinik ini merupakan langkah strategis pada menghadirkan pelayanan kemampuan fisik jantung yang lebih banyak dekat kemudian mudah diakses oleh rakyat Serang lalu sekitarnya. Tentunya dengan mengusung nilai-nilai utama Hasna Medika, yaitu Hangat, Adil, Setia, Nyaman, juga Amanah. Karena prevalensi penyakit jantung berdasarkan Riskesdes (riset kondisi tubuh dasar) tahun 2018 itu 1,5 persen, jadi kalau ada 1.000 orang maka 15 orang di dalam antranya menderita penyakit jantung,” ujar dr. Gugun Iskandar Hadiyat, SpJP(K), FIHA, FasCC.

    Ia menjelaskan, Klinik Hasna Medika tidak ada dibangun di area kota besar dikarenakan ingin aksesnya dalam kota-kota kecil yang mana jumlah keseluruhan penduduknya berbagai kemudian kontestan BPJSnya sejumlah namun pelayananan jantungnya masih kurang.

    “Kita berupaya memberikan pelayanan yang mana adil, pelayanan yang dimaksud baik itu bukanlah hanya saja untuk warga yang digunakan berada tapi untuk seluruh masyarakat,” tuturnya.

    Gugun mengungkapkan, prasarana yang digunakan ada dalam Klinik Utama Jantung Hasna Medika ini yaitu Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, ambulans 24 jam, tempat tidur pasien rawat inap 18 sampai 20 unit, dua dokter jantung, dokter spesialis penyakit dalam, dokter paru, dokter rehabilitasi medis, kemudian dokter saraf.

    “Ini klinik rasa rumah sakit, cuman kami belum ada tindakan kateterisasi jantung untuk pemasangan ring. Mudah-mudahan klinik ini dapat dimanfaatkan dan juga telah siap beroperasi serta semoga pada waktu tiga bulan ke depan telah bisa jadi melayani pasien BPJS,” ujarnya.

    Klinik Utama Jantung Hasna Medika Serang dilengkapi dengan berbagai sarana unggulan untuk membantu permintaan pasien, antara lain Unit Gawat Darurat (UGD), Layanan Ambulans 24/7, Rawat Inap, Klinik Penyakit jantung juga pembuluh darah, Klinik Penyakit Dalam, layanan Electrocardiography serta Echocardiography.

    Klinik ini juga didukung oleh dokter-dokter spesialis berpengalaman, di dalam antaranya : dr. Imanita, SpJP; dr. Achmad Putra, SpJP; lalu dr. Fajar Adesta Sp.PD yang siap memberikan pelayanan medis dengan kualitas juga perhatian yang tersebut tinggi terhadap kebugaran jantung pasien.

    Shareholder PT. Hasna Medika Bakti Serang, dr. Suryadi Firmansyah, SpJP, menyatakan peresmian Klinik Utama Jantung Hasna Medika Serang merupakan pencapaian yang dimaksud patut disyukuri oleh semua pihak, teristimewa warga Serang.

    “Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan infrastruktur kondisi tubuh yang digunakan berkualitas, bukanlah hanya sekali untuk hari ini, tetapi untuk masa depan kebugaran jantung yang mana lebih besar baik lagi,” tukasnya.

  • Penyebab Aritmia, Kondisi Gangguan Ritme Jantung kemudian Cara Pencegahannya

    Penyebab Aritmia, Kondisi Gangguan Ritme Jantung kemudian Cara Pencegahannya

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Anda kerap kali mengalami detak jantung yang digunakan tidaklah teratur? Kondisi yang disebutkan dinamakan sebagai aritmia jantung atau gangguan ritme jantung.

    Tentu kondisi medis seperti ini miliki dampak kritis terhadap kebugaran kemudian kualitas hidup seseorang. Gangguan ini mencakup ketidaknormalan di ritme detak jantung, dari detak yang dimaksud terlalu cepat (takikardia) hingga terlalu lambat (bradikardia), kemudian dapat mengganggu fungsi jantung pada memompa darah secara efisien.

    Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), dokter spesialis jantung serta pembuluh darah dari RS Siloam TB Simatupang, menyatakan bahwa detak jantung yang mana bukan teratur mau itu lebih banyak cepat ataupun lebih banyak lambat, miliki risiko masing-masing.

    “Pada takikardia, detak jantung melebihi 100 detak per menit lalu dapat menyebabkan gejala seperti palpitasi, sesak napas, kemudian nyeri dada,” kata Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K) di dalam Jakarta.

    “Sebaliknya, bradikardia adalah kondisi pada waktu detak jantung lebih lanjut rendah dari 60 detak per menit dan juga dapat menyebabkan gejala seperti pusing, kelelahan bahkan pingsan,” lanjutnya.

    Faktor Penyebab dan juga Pemicu Aritmia

    Berbagai faktor dapat memicu aritmia jantung. Penyakit jantung koroner adalah salah satu faktor utamanya, yang tersebut terjadi ketika penyempitan atau kecacatan pada pembuluh darah jantung mengganggu aliran darah kemudian aktivitas listrik jantung.

    Kelainan struktural jantung seperti penyakit katup atau kardiomiopati juga dapat memicu aritmia dengan mengubah bentuk atau fungsi jantung.

    Gangguan elektrolit, seperti ketidakseimbangan kalium, natrium, atau kalsium, memainkan peran penting di mempengaruhi aktivitas listrik jantung. Termasuk hipertensi lalu diabetes, dapat memperburuk risiko aritmia.

    Penggunaan obat-obatan tertentu juga konsumsi alkohol atau kafein yang mana berlebihan juga dapat memicu gangguan ritme jantung.

    Pencegahan Aritmia Jantung

    Tidak semua perkara aritmia dapat dicegah. Meski begitu, ada beberapa langkah yang digunakan dapat diambil untuk menghurangi risiko. Salah satu-satunya dengan menerapkan gaya hidup sehat, hingga berbagai metode perawatan terbaru seperti cryoablation.

    Cryoablation adalah teknik perawatan terbaru yang digunakan menggunakan suhu sangat rendah untuk membekukan jaringan jantung yang menyebabkan gangguan ritme. Prosedur ini umumnya efektif juga mempunyai waktu pemulihan yang tersebut lebih banyak singkat, tetapi tidaklah semua pasien cocok untuk cryoablation.

    Metode ini rutin digunakan untuk fibrilasi atrium juga takikardia supraventrikular. Pemilihan prosedur harus didasarkan pada penilaian medis yang dimaksud cermat.

    Namun, kendala utama dari cryoablation termasuk risiko komplikasi seperti pendarahan juga kerusakan jaringan juga efektivitas yang dimaksud kemungkinan besar bervariasi kemudian memerlukan terapi tambahan.

  • Teknologi Skrining Jantung Bethsaida Hospital, Hal ini Bedanya CT Scan serta Kateterisasi

    Teknologi Skrining Jantung Bethsaida Hospital, Hal ini Bedanya CT Scan serta Kateterisasi

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Penyakit Jantung , telah sangat dikenal dikalangan penduduk dengan sebutan “Silent Killer”. Sebutan ini tentunya mempunyai dasar yang digunakan kuat, lantaran serangan jantung rutin kali terjadi tanpa adanya gejala apapun lalu merupakan salah satu faktor kematian tertinggi di dalam Indonesia. Fakta ini menegaskan betapa pentingnya pemeriksaan dini untuk mengetahui prospek terjadinya serangan, kelainan atau gangguan jantung.

    Bethsaida Hospital Gading Serpong melalui Heart & Vascular Center (Pusat Layanan Unggulan Jantung juga Pembuluh Darah) tidak ada hanya saja fokus pada pelayanan kuratif, tetapi juga pada langkah pencegahan yang mana dapat menghindari komplikasi akibat penyakit jantung koroner dan juga serangan jantung.

    Skrining kemudian diagnosis penyakit jantung koroner dapat dipastikan melalui dua cara, yaitu CT Scan Cardiac serta Kateterisasi Jantung. Kedua metode ini memiliki peran krusial, namun diaplikasikan di situasi yang tersebut berbeda. dr. Yudistira Panji Santosa, Sp.PD-KKV, (M.Kes), Dokter Spesialis Penyakit Dalam lalu Konsultan Kardiovaskular (Intervensi) di dalam Bethsaida Hospital, memberikan penjelasan lebih tinggi lanjut mengenai kedua prosedur ini.

    CT Scan Jantung: Pemeriksaan Non-Invasif dengan Teknologi Lanjutan Berbasis AI

    CT Scan Jantung adalah pemeriksaan non-invasif yang dimaksud menggunakan teknologi tomografi terkomputerisasi untuk memunculkan gambar 4D dari jantung lalu pembuluh darah. Bethsaida Hospital sudah pernah dilengkapi dengan CT Scan 512 Slice berbasis Teknologi AI (Artificial Intellegence) yang dimaksud memungkinkan pemeriksaan ini dapat diadakan dengan lebih lanjut cepat lalu akurat (teknologi One Heartbeat Scan), juga menghasilkan kembali gambar pencitraan jantung dengan resolusi tinggi, namun dengan tingkat radiasi yang dimaksud minim.

    Pemeriksaan ini memberikan pandangan yang tersebut detail tanpa perlu memasukkan alat ke di tubuh. CT Scan Jantung rutin digunakan untuk mendeteksi penyempitan arteri koroner lalu menilai kondisi tubuh jantung secara keseluruhan.

    Dalam dunia medis yang mana terus berkembang, teknologi canggih memainkan peran penting pada meningkatkan kualitas diagnosis dan juga perawatan. Salah satu perubahan terbaru Bethsaida Hospital pada bidang pencitraan medis adalah teknologi CT Scan Revolution Apex Elite 512 Slice yang menawarkan berbagai kelebihan juga kegunaan yang sangat menguntungkan, teristimewa pada pemeriksaan jantung

    “CT Scan Jantung adalah pilihan yang tersebut sangat baik untuk pasien yang dimaksud membutuhkan evaluasi jantung secara cepat serta tidak ada invasif. Dengan teknologi ini, kami dapat mendeteksi kesulitan jantung lebih banyak awal kemudian menentukan langkah penanganan yang tepat,” tambah dr. Yudistira.

    Kateterisasi Jantung: Prosedur Invasif Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Diagnosis Mendalam

  • 5 Kedudukan Tidur yang Baik untuk Kesejahteraan Jantung, Jangan Asal!

    5 Kedudukan Tidur yang Baik untuk Kesejahteraan Jantung, Jangan Asal!

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Memilih sikap tidur yang tersebut baik dapat berperan penting pada menjaga kondisi tubuh jantung. Tidur miring ke kiri dianggap sebagai kedudukan terbaik untuk kebanyakan orang, teristimewa merek yang mana mempunyai kesulitan jantung.

    Bidang Kesehatan jantung adalah salah satu aspek penting yang tersebut harus dijaga pada keberadaan sehari-hari. Selain pola makan yang digunakan sehat juga aktivitas fisik, sikap tidur juga dapat berperan di menjaga kebugaran jantung.

    Namun, penting untuk mempertimbangkan kondisi kebugaran individu lalu berkonsultasi dengan profesional medis untuk menemukan sikap tidur yang mana paling sesuai dengan kebutuhan. Mempertahankan postur tidur yang mana baik tiada cuma menyokong kemampuan fisik jantung tetapi dapat meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

    Berikut adalah lima tempat tidur terbaik yang tersebut dapat menggalang kebugaran jantung dilansir dari Times of India, Hari Sabtu (7/9/2024).

    5 Letak Tidur yang mana Baik untuk Bidang Kesehatan Jantung

    1. Tidur Miring ke Kiri

    Tidur miring ke kiri adalah salah satu kedudukan tidur yang digunakan paling direkomendasikan untuk kebugaran jantung. Tempat ini membantu menurunkan tekanan pada jantung sebab gravitasi membantu sirkulasi darah lebih banyak mudah kembali ke jantung.

    Selain itu, tidur miring ke kiri juga dapat membantu meringankan gejala refluks asam lambung, yang banyak dialami oleh penderita penyakit jantung. Tempat ini juga disarankan bagi ibu hamil akibat dapat meningkatkan aliran darah ke janin.

    2. Tidur Telentang

    Tidur telentang, atau sikap terlentang, juga dianggap baik untuk kondisi tubuh jantung. Dalam kedudukan ini, kepala, leher, kemudian tulang belakang berada pada sikap netral, yang dapat menjaga dari nyeri leher juga punggung. Bagi merek yang dimaksud menderita sleep apnea, tidur telentang dengan kepala yang digunakan ditinggikan sedikit dapat membantu menjaga jalan napas tetap saja terbuka.

    Hal yang dimaksud penting untuk menghurangi beban pada jantung. Namun, kedudukan ini kemungkinan besar bukan cocok bagi penderita sleep apnea berat atau dia yang tersebut miliki hambatan dengan refluks asam lambung.

  • Ini adalah Perbedaan CT Scan kemudian Kateterisasi, Kenali sebelum Lakukan Skrining Jantung

    Ini adalah Perbedaan CT Scan kemudian Kateterisasi, Kenali sebelum Lakukan Skrining Jantung

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Penyakit jantung dikenal dengan sebutan “silent killer”. Sebutan ini tentu miliki dasar yang tersebut kuat, dikarenakan serangan jantung banyak kali terjadi tanpa adanya gejala apa pun serta merupakan salah satu pemicu kematian tertinggi di dalam Indonesia.

    Fakta ini menegaskan betapa penting pemeriksaan dini untuk mengetahui kemungkinan terjadinya serangan, kelainan, ataupun gangguan jantung.

    Dokter Spesialis Penyakit Dalam lalu Konsultan Kardiovaskular (Intervensi) pada Bethsaida Hospital dr. Yudistira Panji Santosa, Sp.PD-KKV, (M.Kes) menjelaskan, skrining lalu diagnosis penyakit jantung koroner dapat dijalankan dengan dua cara, yaitu CT Scan Cardiac lalu Kateterisasi Jantung.

    “Kedua metode ini mempunyai peran krusial, namun diaplikasikan pada situasi yang tersebut berbeda,” ujar dr. Yudistira.

    Dokter Yudistira mengatakan, sebelum pasien skrining jantung, sebaiknya perlu mengetahui dulu dua jenis metodenya. Berikut ulasannya.

    1. CT Scan Jantung

    CT Scan Jantung adalah pemeriksaan non-invasif yang menggunakan teknologi tomografi terkomputerisasi untuk memunculkan gambar 4D dari jantung dan juga pembuluh darah.

    Terbaru, Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital memiliki layanan CT Scan 512 Slice berbasis Teknologi AI (Artificial Intelligence) yang dimaksud memungkinkan pemeriksaan ini dapat diadakan dengan lebih tinggi cepat lalu akurat (teknologi One Heartbeat Scan), juga memunculkan gambar pencitraan jantung dengan resolusi tinggi, namun dengan tingkat radiasi yang digunakan minim.

    Pemeriksaan ini memberikan pandangan yang dimaksud detail tanpa perlu memasukkan alat ke pada tubuh. CT Scan Jantung banyak digunakan untuk mendeteksi penyempitan arteri koroner juga menilai kemampuan fisik jantung secara keseluruhan.

    Dokter Yudistira menjelaskan, metode skrining ini menawarkan berbagai kelebihan lalu kegunaan yang mana sangat menguntungkan, teristimewa pada pemeriksaan jantung

    “CT Scan Jantung adalah pilihan yang digunakan sangat baik untuk pasien yang mana membutuhkan evaluasi jantung secara cepat kemudian tiada invasif. Dengan teknologi ini, kami dapat mendeteksi hambatan jantung tambahan awal dan juga menentukan langkah penanganan yang dimaksud tepat,” jelas dr. Yudistira.

    2. Kateterisasi Jantung

    Sementara itu, kateterisasi jantung adalah prosedur invasif yang dijalankan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju jantung. Prosedur ini memberikan deskripsi secara langsung tentang kondisi pembuluh darah koroner juga dapat digunakan untuk mengukur tekanan dalam pada bilik jantung.

  • Bethsaida Hospital Hadirkan Layanan Bedah Jantung Minimal Invasif

    Bethsaida Hospital Hadirkan Layanan Bedah Jantung Minimal Invasif

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital menghadirkan pembaharuan pada penanganan permasalahan jantung lalu pembuluh darah dengan memperkenalkan layanan Bedah Jantung Minimal Invasif yang tersebut dilaksanakan oleh dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD, Dokter Spesialis Bedah Toraks serta Kardiak Vaskular, Subspesialis Bedah Jantung Dewasa.

    Teknik bedah ini (operasi by pass juga katup jantung minimal invasive) merupakan salah satu layanan unggulan dari Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital selain tindakan medis intervensi jantung seperti pemasangan stent pada pembuluh darah jantung kemudian yang tersebut terbaru dengan menggunakan DEB (Drug Eluted Baloon) atau tindakan jantung lainnya.

    Bedah Jantung Minimal Invasif belum berbagai dijalankan di dalam Indonesia lalu dirancang khusus untuk memberikan alternatif penanganan yang digunakan lebih besar aman, nyaman kemudian efisien bagi pasien yang dimaksud memerlukan operasi jantung, dengan masa pemulihan yang dimaksud lebih banyak singkat. Prosedur ini juga membutuhkan pelatihan dan juga sertifikasi lantaran menggunakan teknik yang memerlukan keahlian khusus dari dokter operator.

    Apa Itu Bedah Jantung Minimal Invasif?

    Bedah jantung minimal invasif adalah prosedur yang digunakan dijalankan melalui satu atau tambahan sayatan kecil di area tubuh, berbeda dengan operasi jantung terbuka yang digunakan biasanya melibatkan satu sayatan panjang di dalam bagian depan dada. Dalam prosedur ini, ahli bedah menggunakan kamera juga alat-alat khusus yang dimasukkan melalui sayatan.

    Alat-alat khusus yang dimaksud kemudian diarahkan di area antara tulang rusuk untuk mencapai jantung. Teknik minimal invasif ini dapat menawarkan keuntungan seperti bekas luka yang dimaksud lebih besar sedikit, rasa nyeri yang dimaksud tambahan ringan, juga pemulihan yang tersebut lebih besar cepat dibandingkan dengan operasi jantung terbuka, yang digunakan biasanya memerlukan pemotongan tulang dada untuk mengakses jantung.

    “Teknik bedah ini memberikan sejumlah faedah bagi pasien, termasuk menghurangi risiko infeksi, mengempiskan nyeri pasca operasi, juga mempercepat waktu pemulihan. Dengan pendekatan minimal invasif, kami dapat memberikan perawatan yang tersebut lebih tinggi optimal juga menggalang kualitas hidup pasien pasca operasi, seperti bisa saja lebih tinggi cepat kembali bekerja,” kata dr. Wirya Ayu Graha, Sp.BTKV, Subsp. JD.

    Kondisi Apa yang Bisa Ditangani dengan Bedah Jantung Minimal Invasif?

    Bedah jantung minimal invasif dapat direkomendasikan untuk menangani beberapa kondisi atau keluhan berikut:

  • Menonton TV Berlebihan di area Usia 20-an Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

    Menonton TV Berlebihan di area Usia 20-an Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

    Dokterku.co.id – JAKARTA – Studi terbaru menemukan bahwa menonton TV berlebihan pada usia 20-an bisa saja meningkatkan risiko penyakit jantung . Tak tanggung-tanggung, setiap jam yang diluangkan untuk menonton meningkatkan risiko hingga 26 persen.

    Penelitian berskala besar ini melibatkan lebih tinggi dari 4.000 orang dewasa muda berusia antara 18 dan juga 30 tahun. Untuk memperkirakan risiko jangka panjang menonton TV terhadap serangan jantung, gagal jantung, dan juga stroke, para peneliti melakukan perbuatan lanjut terhadap para partisipan selama 30 tahun.

    Dilansir dari Medical Daily, Mingguan (1/9/2024), hasil yang dimaksud dipublikasikan di Journal of General Internal Medicine menunjukkan bahwa mereka itu yang menghabiskan lebih banyak sejumlah waktu menonton TV di tempat awal usia 20-an miliki risiko lebih tinggi tinggi terkena permasalahan kardiovaskular ini dalam kemudian hari.

    Setiap jam tambahan yang digunakan diluangkan untuk menonton TV setiap hari pada usia 23 tahun meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner sebesar 26 persen kemudian penyakit kardiovaskular sebesar 16 persen.

    Untuk setiap jam tambahan menonton TV setiap hari setiap tahun, risikonya akan meningkat lebih banyak tinggi lagi yakni 55 persen untuk penyakit jantung koroner, 58 persen untuk stroke, serta 32 persen untuk penyakit kardiovaskular.

    Berdasarkan hasil studi ini, masa dewasa muda merupakan waktu penting untuk melakukan intervensi di kebiasaan menonton televisi guna menghindari dampak buruk pada kesehatan, khususnya kardiovaskular.

    “Dalam studi kohort prospektif ini, semakin banyaknya waktu menonton televisi di tempat usia dewasa muda kemudian peningkatan tahunan di menonton televisi di dalam usia paruh baya dikaitkan dengan kejadian penyakit kardiovaskular dini, khususnya penyakit jantung koroner. Usia dewasa muda dan juga perilaku di area usia paruh baya mungkin saja merupakan periode penting untuk menggerakkan pola perilaku menonton televisi yang digunakan sehat,” tulis para peneliti.

    “Temuan kami menunjukkan bahwa jumlah total waktu yang dimaksud digunakan orang dewasa muda untuk menonton layar dapat memengaruhi risiko merekan terkena penyakit jantung kritis di area kemudian hari,” sambungnya.

    Di sisi lain, studi ini juga mengungkap bahwa waktu lama untuk menonton TV dapat menggantikan aktivitas penting seperti tidur kemudian aktivitas fisik. Di mana kegiatan yang dimaksud berdampak lebih besar baik untuk kesehatan.

    “Hal ini menggarisbawahi pentingnya mengiklankan kebiasaan menonton layar yang dimaksud sehat sejak dini untuk menjaga dari penyakit jantung kemudian stroke di area masa mendatang,” jelas penulis utama studi Dr. Jason Nagata.